Kamis, 16 April 2015

Game Virtual Berhasil Diciptakan

Game dengan Teknologi Virtual Reality Berhasil Diciptakan


Game dengan Teknologi Virtual Reality Berhasil Diciptakan
Ilustrasi (Phys.org)
Analisadaily - Kemajuan teknologi dunia game online ternyata sudah merambah pada cara penciptaan permainan dengan menggunakan teknologi virtual reality.
Game dengan konsep virtual reality (realitas maya) dikembangkan oleh Hiroyuki Kajimoto dari University of Electro-Communications di Tokyo. Menurut laporan dariPhys.org, Kajimoto berhasil menciptakan sebuah game robot baru yang sudah menggunakan sistem virtual reality.
Hiroyuki Kajimoto yang dibantu seorang rekan kerjanya memberi nama game tersebut dengan 'Jointonation'. Jointonation diyakini mampu membuat para gamer di seluruh dunia merasakan sensasi bermain yang baru dan berbeda dari seluruh game online yang pernah mereka mainkan.
Bagaimana tidak, dengan Jointonation para gamer dimungkinkan untuk mengetahui apa rasanya menjadi robot. Simulasi robot ini menggunakan kombinasi visual, pendengaran dan sensasi taktis untuk mengubah gerakan pemain ke dalam bentuk game.
*http://demo.analisadaily.com/tekno/news/game-dengan-teknologi-virtual-reality-berhasil-diciptakan/119393/2015/03/26

Batu Akik Cenderamata KAA

Batu Akik Cenderamata KAA Sudah Siap, Ibu Negara Dapat yang Spesial


Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - 120 keping batu akik pancawarna untuk cenderamata pada peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) siap dipoles dan dirangkai menjadi liontin oleh tim perajin Lasminingrat Gemstone Garut.


Pemilik Lasminingrat Gemstone, Yudi Nugraha, mengatakan awalnya bongkahan batu pancawarna seberat 60 kilogram ini didapatkan dari penambangan di Gunung Kencana di Kecamatan Caringin. Dia membelinya seharga Rp 5 juta per kilogram atau totalnya Rp 300 juta kepada para penambang batu tersebut.Setelah disetujui untuk menjadi cenderamata pada KAA di Bandung, bongkahan ini kembali dibawa ke Garut untuk dipotong menjadi kepingan kecil. Sampai menjadi 120 keping berbentuk lingkaran dengan diameter 3,5 centimeter, kepingan tersebut dipoles.



Peserta pameran memperlihatkan beragam batu akik pancawarna Bungbulang, Garut koleksinya yang akan dijual di stan Rajawali Gemstone dalam acara Gem Stone Festival di Gedung RRI Bandung, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (24/2/2015).

Selain dipoles di gerai Lasminingrat Gemstone di Kampung Pedes, Desa Pataruman, Kecamatan Tarogobgkidul, batu tersebut dipoles di Kecamatan Caringin. Sebanyak 10 perajin dikerahkan untuk menyelesaikan 120 keping batu tersebut.


*http://jabar.tribunnews.com/2015/04/16/batu-akik-cenderamata-kaa-sudah-siap-ibu-negara-dapat-yang-spesial

Persiapan Konferensi Asia Afrika 2015

Persiapan Konferensi Asia Afrika 2015 Mencapai 80 Persen


www.wikimedia.orgMuseum Konferensi Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan, persiapan pelaksanaan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di Jakarta dan Bandung sudah mencapai 80 persen.
"Kendala yang substantif tidak ada. Bisa dikatakan sudah mencapai 80 persen," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Freddy H Tulung dalam press briefing di Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Namun demikian, Kemenkominfo masih memerlukan koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) selaku penyelenggara Asia-Africa Business Summit yang akan dilangsungkan di Jakarta 21-22 April.
"Belum ada informasi tentang bagaimana peliputan di business summit itu. Kalau bisa memakai ID yang sama," kata Freddy.
Panitia KAA 2015 hanya akan mengakomodasi sebanyak 1.000 jurnalis dari dalam dan luar negeri untuk peliputan.
Kemenkominfo menyediakan fasilitas media center di Jakarta, yang mengambil tempat di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center. Ruang itu bisa menampung sebanyak 1.000 jurnalis. Sementara di Bandung yang terbagi di empat titik, hanya bisa mengakomodasi sebanyak 600 jurnalis.
Media Center di Exhibition Hall B JCC, Jakarta akan beroperasi dari tanggal 22-23 April dari jam 07.30 hingga 21.00 WIB. Sebanyak 250 komputer dan 250 koneksi LAN disediakan di Media Center Jakarta dengan sambungan internet mencapai 2 Gbps.
Tempat parkir untuk kendaraan para jurnalis disediakan di area parkir Gedung TVRI. "Jadi hanya boleh drop saja di JCC" kata Freddy.
Sedangkan sejumlah media center di Bandung akan mengakomodasi para jurnalis pada tanggal 24 April dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Media Center di Bandung tersebar di empat titik yaitu di Gedung PGN, Jalan Braga Panjang, Hotel Ibis-Style Braga di Jalan Braga, Gedung New Majestic, bersebelahan dengan Gedung Merdeka dan Gedung Kimia Farma.
Plenary Session akan tertutup bagi para awak media sehingga pihak penyelenggara akan menggunakan host broadcaster danhost photographer untuk menyediakan materi berita kepada jurnalis.
Kominfo juga menyediakan 10 bus bagi 200 jurnalis yang akan menuju ke Bandung dari Jakarta untuk melakukan peliputan. Sepuluh bus akan diberangkatkan pada pukul 04.30 WIB dari Jakarta mengingat para jurnalis diharuskan sampai di area peliputan KAA selambat-lambatnya pukul 06.30 WIB.
Sebanyak 3.000 personel Brimob Mabes Polri akan dikerahkan untuk pengamanan KAA 2015 di Jakarta. Sementara 1.015 personel dari Polda Jabar dan 400 Brimob dari Polda Metro Jaya akan dikerahkan untuk pengamanan KAA 2015 di Bandung.
Peringatan 60 tahun KAA akan berlangsung dari 19-24 April 2015. Pada 19 April akan dilangsungkan pertemuan pejabat tinggi (SOM) di Jakarta dan Pertemuan Tingkat Menteri pada 20 April. Sedangkan Konferensi Tingkat Tinggi KAA akan berlangsung di Jakarta pada 22-23 April.
Rangkaian peringatan 60 tahun KAA akan berakhir pada 24 April di Bandung di mana para kepala negara akan melakukan historical walk dari Hotel Savoy Homman ke Gedung Merdeka.
KTT KAA tahun ini diharapkan menghasilkan tiga dokumen yaitu Bandung Message, Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Asia dan Afrika (NAASP) dan deklarasi mendukung kemerdekaan Palestina.

*http://nasional.kompas.com/read/2015/04/15/01250821/Kemenkominfo.Persiapan.Konferensi.Asia.Afrika.2015.Mencapai.80.Persen